Balada Asisten Rumah Tangga (ART)

by - Saturday, September 07, 2019

Sudah lama tubuh ini berteriak-teriak kelelahan karena si sulung aktifnya minta ampun dan pekerjaan rumah susah kepegang, diitambah lagi sekarang berbadan dua.
Disaat anak masih satu dan belum hamil, saya sangat santai dalam urusan domestik. Saya dan suami terbiasa cari makan masing-masing. Setrikaan bisa urusan laundry, bebenah pun masih bisa panggil penyedia jasa bebersih sesekali. 

Menggunakan jasa ART belum menjadi sesuatu yang darurat karena saya lebih suka kesendirian dan hanya ada suami dan anak dirumah. Namun saya tidak boleh egois, karena terkadang badan saya sudah tidak bisa mengikuti kemauan si sulung yang lagi aktif-aktifnya itu.
Ternyata, sebagai pengalaman pertama saya dalam meng-hire seorang ART sungguh suatu yang terkadang menguras hati. ART yang saya hire ini dari desa dan baru lulus SMK. Pasti ebeus-ebeuss senior sudah paham kendala yang terjadi.

Pertama, saya suka ketenangan, ketika saya mendapati ART yang suka berbicara, saya jadi pusing, dia terlalu banyak bertanya yang bukan berhubungan dengan pekerjaan.
Kedua, karena dia dari desa dan masih muda, terasa sekali sikapnya yang masih agak norak dengan melakukan selfie dimanapun. Disini saya geram, saya belum tahu untuk me-warning ART agar tidak terlalu sering memegang HP, jadi lah saya harus tegur dia. Benar-benar memiliki attitude semau dia, disini agak lelah saya menegur. 

Ketiga, kembali lagi, karena dari desa, masih ABEGE, ia suka sekali nyomot makanan saya, disini menjadi pelajaran saya untuk tidak terlalu pelit, tapi gimana ya,, terkadang makanan saya tidak murah dan dia tanpa ijin mengambilnya Saya tidak ingin menganggap dia bawahan, tapi kesemau2annya dia membuat saya harus kembali menegur. Bagaimana dia men-treat anak saya, yaitu dengan enak nya berbagi sendok disaat menyuapi anak saya. 

Terakhir, hidup jadi lebih boros karena ketika saya lelah menegur dan saya juga menjaga perasaanya supaya betah dirumah saya, saya harus pasrah dengan cara kerja dia yang terkadang terlalu membuang-buang listing, detergen, minyak goreng, tissue dll.. 

Haduuhh memang sulit ya mencari ART yang cocok, tapi harus banyak positif thinking juga supaya tidak stres, toh hidup saya lumayan terbantu dengan adanya dia, kalau tidak legowo, pusing juga kan sudah mengeluarkan uang tambahan setiap bulan untuk menggaji dia tapi kita nya tidak ikhlas. Doakan saya ya supaya kuat, anak-anak lekas mandiri, dan saya bisa kembali struggling tanpa ART.

You May Also Like

0 comments