Earn, Save and Invest (1)

by - Monday, March 25, 2019

Jika di blog sebelumnya ada dari kalian yang berpikir, "Ah elu kan enak tinggal nadah suami, bebas deh mau diapain uangnya".


Rezeki setiap keluarga pasti berbeda. Jika saya bekerja, penerapan tentang mengelola keuangan keluarga akan lebih seru, karena wanita bekerja pasti memiliki banyak kebutuhan seperti pakaian/sepatu, kosmetik, transportasi, lifestyle yang akan membuat saya menjadi "Big Spender", untuk itu jika saya hanya SAHM atau Ibu Rumah Tangga, saya bisa lebih saving and not spending much walaupun saya tidak earn, kalau pun saya bekerja, duit bisa bablas dan tidak menolong keuangan keluarga maka lebih baik investasi waktu untuk anak :D

Pertama, saya akan bahas tentang kenapa saya hanya memiliki satu rekening bank yang aktif. Sebenarnya fungsi dari rekening bank adalah untuk payroll atau gaji bulanan suami, atau bisa dikatakan rekening ini adalah tempat menyimpan uang untuk kebutuhan harian atau paling lama untuk jangka satu tahun dan untuk kepentingan darurat, diusahakan ada nominal tertentu yang mengendap di rekening ini sebagai kebutuhan sehari-hari dan dana darurat.

Maka jika bicara tentang dana darurat, standart dana darurat untuk keluarga yang sudah memiliki anak adalah hingga 12 kali gaji. Wuw buanyaakk banget yes, atau minimal sekali 6 kali dari biaya kehidupan tiap bulannya.

Itu gimana ngumpulinnya?? Ya bisa dengan cara puasa jajan, karena dana darurat ini harus banget dimiliki. Hidup tidak mungkin mulus-mulus saja, dan ketika harus bayar kontrakan, benerin rumah, servis mobil, ke dokter, hingga bayar sekolah, apa iya harus mengandalkan hutang, hutang dan hutang.

Disini saya dan suami belum menerapkan dana darurat sebanyak 12 kali gaji, tapi masih menerapkan sejumlah nominal yang mengendap di rekening tersebut. Semoga masih bisa menerapkan 12x gaji tersebut ketika semua cash flow sudah stabil, mudah-mudahan bisa tahun depan. Aamiin

Lanjutan dari pertemuan saya bersama finnacial planner, hal-hal dasar yang perlu saya alokasikan setiap bulan saat ini yaitu, Asuransi Jiwa untuk kepala keluarga, Dana Pendidikan, Investasi dan Dana Pensiun.  Beruntung jika kalian sudah memiliki alokasi tersebut.

Saat ini keadaan keuangan keluarga kami juga sedang masa penyesuaian akibat bedol tabungan untuk pembiayaan sesuatu, mari kita sama-sama belajar bagaimana ya bisa menerapkan semua itu. Ah ngomong doang mah gampang, tapi ada baiknya untuk mengingat kembali, ketika sudah memiliki anak, apa iya kita egois hanya memikirkan kesenangan diri sendiri, untuk itu mari sama-sama belajar untuk mengerti cara menabung dan investasi.

Hal sederhana lain yang perlu diterapkan selain puasa jajan adalah sederhanakan gaya hidup, hati-hati dalam memilih kebutuhan sehari-hari, apa iya kosmetik atau perawatan kulit harus harga tertentu? Merk pakaian atau sepatu diturunkan standartnya, termasuk untuk anak, diusahakan tidak terlalu boros dalam hal mainan atau perlengkapan yang sudah dirasa punya agar tidak berlebih.

Lalu hal yang mungkin bisa sambil bebersih rumah adalah mem-preloved-kan barang-barang yang sudah tidak terpakai atau hanya disimpan, lumayan loh ini uangnya, karena terkadang tidak sedikit barang dirumah yang hanya terpajang dan tidak digunakan.

Sekian dulu sharingnya, hal lain akan saya lanjutkan di post berikutnya :D

You May Also Like

0 comments